Groovy ‘Ethnic’ from Hippies Style

Iconic aren’t born, they are made. Rasanya kalimat ini sangat pas bersanding dengan era hippie yang ikonik itu. Suatu era di mana kebebasan, perdamaian dan cinta dijunjung tinggi oleh kaum muda.

Era hippie muncul untuk pertama kalinya di Amerika pada pertengahan tahun 1960-an sebagai bentuk kebebasan anak-anak muda pasca perang. Era ini adalah waktu ketika hidup adalah ‘groovy’ dan orang-orang lucu dianggap ‘far out.’ Dengan menganut asas kebebasan, mereka menentukan fashion style-nya sendiri. Mode berbusana mereka memiliki citarasa ‘ethnic’ yang cukup kental. Di mana gaya busana hippies banyak mendapatkan pengaruh dari tren etnis Afrika, Timur Tengah dan lainnya.

Dalam hal fashion, kaum hippies dekat dengan bunga, motif bergaris etnik, motif bunga, pita, bandana, dan penutup kepala. Juga kacamata dengan lensa berwarna, anting-anting, cincin di hidung dan gelang kaki yang bertumpuk.

Pria dan wanita dalam gaya hippies memiliki rambut yang cenderung panjang. Mereka menghindari styling serta produk rambut kecuali sampo. Rambut biasanya dibelah tengah, dijepit dengan pita rambut, dipakaikan bandana, diikat dengan pita tipis  atau pengikat kepala lainnya dan tiara yang dibuat dari bunga.

Untuk aksesoris perhiasan, perhiasan wanita sangat dipengaruhi oleh alam atau berasal dari penduduk asli Amerika atau yang di desain dengan tangan. Setiap kalung yang ditandai perdamaian dengan Beads, sangat populer. Kalung yang menampilkan lonceng sebagai liontin dan gelang kaki juga populer di kalangan wanita. Secara umum, pergelangan kaki menerima banyak perhatian, terutama di antara mereka yang tinggal di pantai barat, karena hippies memilih untuk bepergian dengan bertelanjang kaki.

Dalam berbusa, pria memakai kulit rompi, jaket nehru, kaftan dan jubah longgar serta atasan berkerah. Untuk wanitanya, mengenakan rok panjang ukuran maxi dengan alasan sandal, rok pendek yang dipadu dengan sepatu boot panjang, gaun berpayet, gaun entrik dengan motif bunga juga digemari wanita hippies.